Sharing Puji Subakti

Puji Subakti Blogs

ASYURA, HIJRAH DAN PRINSIP PERJUANGAN

Abdullah Haidir


Adakah yang menghubungkan antara hari Asyuro (10 Muharram) dan peristiwa Hijrah? Statemen yang tegas memang tidak ada. Namun kedua hal tersebut ternyata dihubungkan oleh latar belakang historis yang sangat heroik dengan kaitan yang sangat erat. Karena sama-sama menyajikan sebuah manhaj (pedoman) perjuangan yang bersumber dari Dzat yang sama untuk sebuah tujuan yang sama, walaupun tempat, waktu dan pelakunya berbeda.

Sebagaimana disebutkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya, bahwa hari ‘Asyuro –yang kita disunnahkan untuk berpuasa pada hari tersebut ditambah sehari sebelum atau sesudahnya- adalah hari diselamatkannya Nabi Musa alaihissalam dan para pengikutinya dari kejaran Fir’aun dan balatentaranya.

Namun, apakah Nabi Musa diselamatkan begitu saja dari kejaran Fir’aun tanpa perjuangan sama sekali? Justru pertolongan itu datang pada titik dimana perjuangan dan usaha telah sampai pada puncaknya, seakan-akan tiada lagi daya yang dapat mereka lakukan sehingga kaumnya berkata: “Sungguh kita pasti akan terkejar.” (Asy-Syu’ara: 61).

Sesungguhnya jika diamati secara mendalam, semangat hijrahlah yang menjadi inspirasi perjuangan berat tersebut, yaitu keinginan kuat membaja untuk meninggalkan segala bentuk kekufuran dan kemusyrikan dan berpindah kepada keimanan dan petunjuk Allah Ta’ala. Hal ini dalam kontek perjuangan Islam bukan hanya langkah taktis apalagi pragmatis, tapi lebih dari itu, dia merupakan manhaj dan pedoman baku bagi setiap muslim yang ingin menegakkan Islam dalam kehidupannya, terlepas apa dan bagaimana pendekatan yang dilakukan.

Pedoman inilah yang telah Allah gariskan kepada Nabi Musa alaihissalam dalam perjuangannya melawan tirani Fir’aun:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” (Ibrahim: 5)

Pedoman ini pula yang Allah Ta’ala gariskan kepada Rasulullah saw dalam perjuangannya;

“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang…” (Ibrahim: 1)

Karenanya kita dapatkan alur kisah perjuangan Rasulullah dan para shahabatnya memiliki kemiripan dengan apa yang dialami oleh Musa alaihissalam dan kaumnya; Awalnya sangat lemah, tertindas, terintimadasi, namun keteguhan dan tekad meninggalkan segala bentuk kekufuran dan berpindah kepada hidayah Allah tidak lagi dapat terbendung walaupun harus mengakibatkan mereka angkat kaki meninggalkan negeri sendiri, hijrah untuk menyelamatkan keimanannya untuk kemudian berakhir dengan kejayaan dan kemenangan kaum muslimin serta terjungkalnya sang penguasa tiran beserta kebesaran yang selama ini diagungkannya. Sebuah kondisi yang seakan-akan telah menjadi skenario paten dalam hal pertarungan antara hak dan batil ketika prinsip dan pedomannya dipegang teguh oleh mereka yang berada di pihak yang haq.

Kesamaan manhaj dan tujuan perjuangan inilah yang mendorong Rasulullah saw mematahkan prinsip primordial (kesukuan) kaum Yahudi pada masanya yang beriman kepada Nabi Musa berdasarkan ras dan suku, yaitu ketika Rasulullah SAW mengetahui bahwa mereka juga berpuasa pada hari Asyuro karena mengikuti Nabi Musa yang berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas diselamatkannya dia dan kaumnya dari kejaran Fir’aun, dengan tegas beliau saw menyatakan: “Aku lebih berhak mengikuti Musa dibanding kalian!” Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa. (Bukhari Muslim)

Maka, sejatinya semangat hijrah untuk meninggalkan kekufuran, kemusyrikan, kemaksiatan dan berbagai prilaku yang bertentangan dengan ketentuan Allah Ta’ala dan kemudian kembali kepada ajaran-ajaran- Nya yang penuh hikmah dan kemuliaan harus menjadi muara dari setiap langkah perjuangan kaum muslimin, kapan dan dimana pun mereka berada dan apapun bentuk perjuangannya. Baik yang berjuang lewat jalur pendidikan, ekonomi, sosial maupun politik. Karena, tanpa semangat ini maka setiap perjuangan yang telah diupayakan –cepat atau lambat- akan mengalami penyusutan nilai, kalau tidak malah terseret oleh arus yang dilawannya sendiri. Maka tak jarang kita dapatkan sejumlah kalangan yang berjuang lewat jalurnya masing-masing, namun di tengah perjalanan ternyata apa yang mereka perbuat tak jauh berbeda dari apa yang dahulu dia tentang, kecuali label dan beberapa atribut yang masih membedakannya.

Dari sini, kita dapat memahami, mengapa Umar bin Khattab ra -dan disetujui oleh para shahabat yang masih hidup pada masa kekhalifahannya- menjadikan peristiwa Hijrah Rasulullah sebagai patokan untuk mengawali penanggalan Islam yang karenanya dikenal sebagai penanggalan Hijriyah. Beliau tidak memilih hari kelahiran Rasulullah SAW sebagaimana orang-orang Nashrani memilih hari kelahiran Isa Al-Masih sebagai momen untuk menetapkan awal penanggalan Masehi. Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa hijrah dengan pemahaman luas merupakan prinsip perjuangan yang sangat vital dalam menentukan keutuhan sebuah perjuangan.

Maka, sekaligus menghidupkan puasa ‘Asyuro, hendaklah kita kenang kembali peristiwa-peristiwa heroik perjuangan umat Islam berdasarkan manhaj dan prinsip yang telah digariskan sembari berupaya meneladaninya, sehingga kita dapat berharap agar ‘ending dari ‘skenario pertarungan antara yang haq dan batil dapat segera terwujud di hadapan kita seberapa besar pun kekuatan kebatilan yang ada.Karena apa yang selama ini disebut sebagai ‘kekuatan besar’ atau ‘kekuatan adidaya’, tak lebih merupakan image yang ingin dipaksakan untuk ditelan oleh kaum muslimin agar mereka tidak banyak berbuat dan berupaya maksimal untuk meruntuhkannya.

“Dan ingatkanlah mereka pada hari-hari Allah.” (Ibrahim: 5)

Tuntunan Shalat Gerhana (Matahari dan Bulan)

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw adalah shalat gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengagungkan- Nya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, ketika Rasulullah saw masih hidup, pernah terjadi gerhana matahari. Rasulullah saw pun keluar menuju masjid. Beliau berdiri dan bertakbir. Mendengar itu, para sahabat pun berdatangan dan berbaris di belakang beliau. Beliau membaca surah yang panjang kemudian bertakbir. Lalu beliau ruku’ cukup lama, namun waktunya kurang dari waktu bacaan pertama. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan membaca, “Sami’allaahu lima hamidah, Rabbana walakal hamdu (Allah Maha mendengar orang yang memuji-Nya).” Kemudian beliau berdiri lagi dan membaca surah yang panjang, tapi bacaannya lebih pendek dari bacaan pertama. Kemudian beliau saw takbir dan ruku’ yang lamanya lebih pendek dari ruku’ yang pertama. Kemudian beliau mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu”, kemudian sujud. Pada rakaat berikutnya, beliau melakukan seperti itu hingga sempurna dengan empat kali ruku dan empat kali sujud. Setelah itu, matahari tampak sebelum beliau pergi. Selanjutnya, beliau saw berdiri dan menyampaikan khutbah kepada jamaah. Setelah memuji Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya, beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Jika kalian melihat keduanya (matahari dan bulan mengalami gerhana), maka bersegeralah kalian mengerjakan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

I. Hukum:

Sunnah Muakkadah, berdasarkan kesepakatan (ijma’) para ulama.

II. Dalil (Landasan Hukum):

Sunnah Rasulullah saw (Hadits):

1. “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah swt. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Jika kalian melihat keduanya (gerhana matahari dan bulan), maka bersegeralah kalian mengerjakan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah radhiyallahu ‘Anha).

2. “Apabila kalian melihat sedikit dari tanda-tanda Allah SWT tersebut (gerhana matahari

dan gerhana bulan), maka segeralah berzikir, berdo’a kepada-Nya, dan memohon ampunan-Nya.” (HR. Bukhari, dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu).

3. “Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat hingga terang.” (HR. Muslim)

III. Sifat:

1. Pada dasarnya, shalat gerhana (matahari dan bulan) tidak jauh berbeda dari shalat lainnya, lebih mirip dengan shalat subuh, hanya saja dalam shalat gerhana disyariatkan dua kali ruku’ dalam satu raka’at.

2. Shalat gerhana disunnahkan dilakukan secara berjamaah sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw bersama sahabat-sahabatnya.

3. Shalat gerhana dilakukan dengan bacaan yang keras (suara jahr)

IV. Cara Pelaksanaan:

1. Pada rakaat pertama, membaca surah Al-Fatihah dan surah yang panjang, seperti surah al-Baqarah atau yang lainnya.

2. Kemudian ruku’ dalam waktu yang lama, lalu bangkit dari ruku’ dengan mengangkat kepala seraya membaca “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu (Allah Maha mendengar siapa yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, bagimulah segala pujian)”.

3. Setelah berdiri, membaca surah yang panjang (lebih pendek dari sebelumnya), seperti surah Ali Imran atau selainnya.

4. Kemudian ruku’ lagi (untuk kedua kalinya), dengan ruku’ yang lebih pendek dari sebelumnya. Lalu bangkit dari ruku’ dan membaca “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu (Allah Maha mendengar siapa yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, bagimulah segala pujian)”.

5. Kemudian bersujud sebanyak dua kali, dengan sujud yang lama.

6. Duduk di antara dua sujud tidak lama.

7. Pada rakaat kedua, hal-hal yang dilakukan tidak berbeda dengan rakaat pertama; bacaan, ruku’ dan sujud yang lama.

8. Setelah itu, duduk tasyahhud lalu salam.

Perhatian:

- Apabila shalat gerhana selesai sebelum gerhana berakhir, maka para jamaah melanjutkan dengan zikir, doa dan istigfar, hingga gerhana berakhir.

- Apabila gerhana telah berakhir ketika orang-orang masih shalat, maka shalat tetap dilanjutkan hingga selesai dan tidak dihentikan, namun dikerjakan lebih cepat.

- Jika diketahui bahwa gerhana tidak akan berlangsung lama, maka pilihlah surah-surah- yang dibaca setelah Al-Fatihah-yang sesuai (menurut Jumhur ulama).

V. Waktu Pelaksanaan:

1. Sejak mulai terjadinya gerhana hingga selesai. Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat hingga terang.” (HR. Muslim);

2. Apabila gerhana bearkhir sebelum melaksanakan shalat gerhana, maka tidak perlu mengqadha’nya.

VI. Amalan saat Gerhana:

Selain melaksanakan shalat gerhana, dianjurkan pula;

- Memperbanyak zikir dan do’a

- Memperbanyak istigfar (permohonan ampun),

- Memperbanyak sedekah,

- Memperbanyak perbuatan-perbuatan baik lainnya

*) Referensi:

- Al-Mulakhkhash Al-Fiqhiy (Fikih Sehari-Hari) oleh DR. Saleh Al-Fauzan;

- Al-Wajiz fi Fiqh  As-Sunnah oleh Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badri Al-Khalafiy.

- Fiqh As-Sunnah oleh Syaikh Sayyid Sabiq

Menjemput Sang Jodoh

Sumber : Milis Tauziyah (Wahyudi)

(Hampir semua orang ingin menikah. Hanya saja, jodoh tak kunjung datang. Bagaimana agar mudah jodoh?)

Menyegerakan nikah bagi yang sudah siap merupakan hal yang positif karena dapat menghindarkan diri dari perbuatan maksiat seperti perzinahan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu telah siap nikah, maka segeralah menikah, karena nikah itu dapat memelihara pandangan dan menjaga (kesucian) faraj” (HR Bukhari-Muslim) .

Hal ini sejalan dengan Firman Allah “Dan (segeralah) menikah orang-orang yang masih sendiri di antara kamu, dan orang-orang yang pantas menikah di antara hamba-hamba sahayamu yang shaleh baik perempuan maupun wanita…” (QS An-Nuur: 32).

Namun demikian, mencari jodoh ternyata tak semudah membalikkan tangan. Banyak yang menginginkan pernikahan, namun sang jodoh tan kunjung tiba. Hal ini terutama jadi masalah bagi wanita karena sering muncul persepsi bahwa tak pantas seorang wanita bersikap proaktif. Bagi kaum wanita jodoh seolah hanya bisa ditunggu.

Persepsi keliru mengenai jodoh yang menyebabkan tertundanya pernikahan diantaranya adalah, karena jodoh ada di tangan Allah, maka kita tidak perlu berusaha. Hal ini tentu saja keliru, dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa, “Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum ia mengubah dirinya (QS Ar-Ra’du: 11). Bagaimanapun harus ada upaya untuk terbukanya jalan bagi sang jodoh. Lalu upaya apa saja yang bisa dilakukan agar jodoh segera datang?

v Meningkatkan Ilmu dan Amal

Ilmu dan amal adalah dua hal yang harus kita upayakan setiap saat. Ilmu adalah bekal dalam mengarungi rumah tangga. Dengan ketinggian ilmu dan keimanan, Allah meningkatkan derajat manusia.

Senantiasa berakhlaq yang baik merupakan faktor yang sangat penting dalam mencari jodoh. Janji Allah “Wanita-wanita yang keji diperuntukkan bagi laki-laki yang keji. Laki-laki yang keji diperuntukkan bagi wanita yang keji. Dan wanita-wanita yang baik diperuntukkan bagi laki-laki yang baik. Laki-laki yang baik diperuntukkan bagi wanita yang baik” (QS An-Nuur: 26). Jika menginginkan jodoh yang baik, tinggal kita memacu diri kita untuk senantiasa berakhlaq baik.

v Memperluas Pergaulan

Seorang yang terbatas pergaulannya akan mempersempit interaksi dengan pihak luar. Hal ini akan membatasi pula peluang untuk mendapatkan pasangan. Meluaskan pergaulan bukan berarti selalu dengan lawan jenis. Sebaiknya melakukan pergaulan di lingkungan yang baik pula. Mencari lingkungan yang baik bisa dengan mengikuti pengajian. Setidaknya orang yang datang ke pengajian adalah orang-orang yang berniat baik dan ingin berubah menuju kebaikan. Cara lain bisa dengan memasuki organisasi Islam atau organisasi yang bersifat sosial dan kemanusiaan.

v Melakukan Ikhtiar

Berkaca pada sejarah pernikahan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, melihat akhlak dan kemulian pemuda Muhammad, Khadijah meminta Nafizah binti Munyah untuk membuka jalan ke arah pernikahan. Khadijah menawari Muhammad untuk menikahinya. Ternyata Muhammad menerimanya. Berdasarkan kisah ini, seorang wanita bisa proaktif dalam mencari jodoh. Terkadang karena tradisi bangsa Timur, seolah tabu jika seorang wanita menyampaikan isi hatinya pada seorang laki-laki.

Seperti halnya Khadijah, bisa menggunakan pihak ketiga untuk mencarikan pasangan atau mencarikan informasi tentang seseorang atau sekedar menyampaikan maksud pada orang yang dipilih. Orang ketiga ini harus yang amanah dan bisa dipercaya. Orang ketiga tidak usah jauh, bisa orang tua sendiri, saudara, teman, atau guru ngaji.

Belakangan ini berkembang Biro Perjodohan yang berpegang pada nilai-nilai Islam. Tak ada salahnya mengikuti program seperti ini untuk menuju jenjang pernikahan yang sakinah, mawaddah warahmah.

v Tidak Mempersulit Diri

Ada kalanya seseorang mengharapkan pasangan yang sangat ideal dan sempurna. Hal ini tentu saja akan menyulitkan dalam mendapatkan pasangan. Terlalu banyak syarat tertentu di luar hal yang prinsip akan menghambat perjalanan menuju jenjang pernikahan. Menurut Rasulullah, “Wanita itu dinikahi karena hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya (keislamannya) . Pilihlah agamanya agar kamu selamat (HR Bukhari)

Hadits di atas dengan jelas menganjurkan agar memprioritaskan agamanya. Jangan karena pilih-pilih penampilan, harta dan keturunannya sehingga kita sulit mendapatkan pasangan. Ada kalanya adat istiadat juga turut berperan. Pada suku tertentu, dilarang seseorang menikah mendahului kakaknya. Hal ini tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga yang sudah siap menikah malah dihambat.

v Senantiasa Yakin dan Berdoa

Dalam ayat Al-Qur’an disebutkan “Dan Allah telah menjadikan jodoh-jodoh kamu sekalian dari jenismu sendiri, lalu menjadikan anak-anak dan cucu bagi kamu dari jodoh-jodohmu (An-Nahl: 72). Ini menunjukkan bahwa setiap orang akan diberi jodoh. Kita harus yakin dan tidak boleh pesimis, asalkan disertai usaha dan ikhtiar.

Berdoa adalah sarana untuk menyampaikan keinginan dan permohonan pada Sang Pemilik Kehidupan. Allah maha tahu getaran hati kita selembut apapun. Dengan berdoa keinginan kita akan dikabulkan Allah Subhanahu wata’ala. Seperti disebutkan dalam Al-Qur’anBerdoalah kepada-Ku niscaya akan kuperkenankan bagimu”.

Jodoh merupakan misteri, kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita. Oleh karena itu, seseorang yang ingin segera menikah, sebaiknya terus berdoa agar hadirnya seseorang yang akan jadi pendamping hidup bisa segera terlaksana.

…hidup di dunia 115,2 menit…

surat adh-Dhuhaa (93) : 4 : “Walal aakhirotu khoirullaka minal uulaa. Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan”.

IllahiAntaMaqsudi….

dalam pesannya sesepuh ponpes Suryalaya KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin beliau berpesan untuk menekankan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dari pada dunia. beliau mengacu pada rujukan ayat di atas yaitu  surat adh-Dhuhaa  ayat ke 4. dimana di terangkan dalam ayat di atas bahwa “Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan”.

Berdasarkan dari beberap pengalaman penulis baik dengan mengikuti dakwah ataupun penulis sendiri amati, dewasa ini banyak orang yang mengartikan bahkan menyegajakan potongan ayat sebagai suatu bentuk penolakan terhadap suatu hal yang jelas postif menurut islam, sehingga maknanya justru tidaklah tepat. Misalnya saja penulis kasih contoh : seorang anak laki-laki yang malas shalat jum’at. dia menunda-nunda untuk berangkat ke masjid dengan mengatakan pada orang tuanya mwnggunakan potongan ayat di atas “Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan” sehingga ia datang terakhir karena  akhir itu lebih baik dari awal. begitu banyak hal nyata di dunia ini yang memanfaatkan potongan ayat atau dalil untuk hal yang tidak tepat bahkan menjadi tameng.

Yang ingin penulis tegaskan dalam artikel ini adalah menjelas lebih detile dari sebuah artikel yang penulis baca yaitu bahwa kehidupan akhirat lebih baik dari dunia. di sini memang sudah jelas dan gamlang dinyatakan lebih baik sebab ukurannya lebih kekal. bagaimana tidak, kehidupan dunia merupakan sebuah tempat berinfestasi dan menanam modal  untuk dapat diambil dan dimanfaatkan ketika kita sampai di alam yang ke kekal yaitu akhirat. di akhirat kelak kita akan menerima semua balasan atas apa  kita lakukan di dunia. tidak ada barang  secuil pun yang akan lolos dari pengadilan Alloh.

sehingga kehidupan dunia ini adalah merupakan sebuah awal dari sebuah kehidupan yang kekal yaitu kehidupan akhirat. pernah penulis hitung dengan menganggap usia manusia hidup di dunia ini 80 tahun. jika di hitung menurut perhitungan akhirat manusia itu hanya hidup di dunia 115,2 menit . apakah dalam waktu sebegitu singkat dapat istiqamah pada tiang agama? padahal kita tidur 2 jam saja masih merasa belum puas…

Wallahualambisawaf…

Note :

perhitungannya adalah satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di bumi. sehinggan dapat di peroleh perkalian sebagai berikut.

(80/1000)*24 jam*60 menit = 115.2 menit

Mencegah virus menular melalui Flashdisk

Dengan penggunaan flashdisk yang sudah umum dimana-mana, menjadi salah satu sebab menjamurnya virus, terutama virus lokal. Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Sampai saat ini, saya sering sekali melihat hampir setiap komputer/laptop teman-teman di perkantoran terkena virus, yang terkadang mereka tidak menyadari. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk tanpa kita sadari. Berikut langkah-langkahnya :

1.      Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK

2.      Cari Lokasi :
KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

3.      Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun

4.      Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863

5.      Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

6.      Restart Komputer

Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program autorun yang ada di flashdisk. Untuk lebih jelasnya, artikel ini dapat dicari/dibaca di tutorial Windows Registry Guides.

 http://ebsoft.web.id

Cara mendaftar menjadi Mahasiswa ITB

Sebagai salah satu pegawai di ITB, saya ingin membantu memperkenalkan ITB sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang berstatus BHMN dan dalam dua tahun ke depan akan menjadi BHP. dimana dalam kancah Internasional, kini ITB sedang mengejar WCU (World Class Univercity). Jika anda merasa tertarik ingin menjadi bagian dari Mahasiswa ITB maka anda bisa melihat tata cara dan informasi pendaftaran di sisni

UJIAN SARINGAN MASUK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TERPADU
(USM-ITB TERPADU) TAHUN AKADEMIK 2009/2010

 

ITB, sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia, seyogyanya menggunakan skema penerimaan mahasiswa baru yang memberikan alternatif lebih banyak kepada calon mahasiswa dalam menentukan pilihannya.

 

Pada tahun 2009, ITB akan melakukan penerimaan mahasiswa baru program sarjana dalam Ujian Saringan Masuk ITB (USM-ITB) Terpadu, yang meliputi lima program seleksi, yaitu : klik di sini

 

Cara mendaftar menjadi Mahasiswa IT Telkom/d.h STT Telkom, IMT, PolTek dan PDC Telkom

Sebagai alumni STT Telkom, saya ingin membantu mneyebarkan informasi tentang bagaimana caranya masuk IT Telkom/STT Telkom atau Pendidikan lain di bawah Yayasan Telkom.

silahkan klik di sini

Andalah putra-putri terbaik bangsa yang kami tunggu… untuk bergabung bersama kami mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru bersama IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom dan Telkom PDC.

Kami yakin dengan mengikuti pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom, yaitu IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom dan Telkom PDC anda akan menjadi tenaga-tenaga yang ahli di Bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Infokom) juga Manajemen yang terampil dan berwawasan bisnis yang dapat menjawab tuntutan perkembangan industri Infokom yang begitu pesat dewasa ini.

Yayasan Pendidikan Telkom, didirikan oleh Direksi PT. Telkom sebagai upaya untuk memberikan sumbangsih dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di bidang Information & Communication Technologies and Management (ICTM) dengan memiliki 4 institusi pendidikan yang handal yaitu :

  1. Institut Teknologi TELKOM
  2. Institut Manajemen TELKOM
  3. Politeknik Telkom
  4. Telkom PDC

silahkan klik di sini

Makhluk menghalangi Makhluk

Kemarin sore waktu kuliah ada ikhwan yang bertanya “Makhluk menghalangi Makluk” apa maksudnya?

Dalam kitab Sirur Asrar, dikenal dengan yang namanya hijab(penghalang). ini yang menjadi sebab mengapa kita jauh dari Sang Khaliq. sebab hijab kita terlalu tebal, dosa kita terlalu banyak,  dan otak kita dipenuhi dengan urusan makhluk. sehingga dalam kitab Sirur Asrar tersebut agar seorang mahluk dapat sampai pada sang khaliq, harus mengehilangkannnya mahluk dari hadapn kita/hati kita dengan arti lain tidak menomor satukan makhluk.

Maka Insya Alloh kita dapat sampai kepada-Nya.

Jadwal Manaqib Suryalaya 2009

Nomor

Tanggal

Jam

Tempat

1.  Kamis
08-01-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : Drs. H. Dadi Hermawan
Khidmat Ilmiah : KH. Beben Muhammad Dabbas
2.  Sabtu
07-02-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : H. Ayi Burhanudin
Khidmat Ilmiah : Ust. Hj. Ali Bin Hj. Mohammed
3.  Minggu
08-03-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : KH. Sandisi
Khidmat Ilmiah : KH. Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab
4.  Selasa
07-04-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : Ustadz Kholil Sa’id
Khidmat Ilmiah : Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, MA
5.  Kamis
07-05-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : Drs. H. Ahmad Junaedi
Khidmat Ilmiah : Drs. KH. Otong Sidiq Djajawisastra
6.  Sabtu
06-06-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : KH. Miftah Mintarkam
Khidmat Ilmiah : KH. Ali Hanafiah Akbar
7.  Sabtu
04-07-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : H. Makmun
Khidmat Ilmiah : KH. Wahfiudin, MBA
8.  Minggu
02-08-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : Drs. H. Nur M. Suharto
Khidmat Ilmiah : Hj. Mohd Zuki As Syuzak
9.  Selasa
01-09-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : H. Uu Sanusi
Khidmat Ilmiah : Drs. KH. Arief Ichwanie AS.
10.  Rabu
30-09-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : Ustadz Aep Saefudin
Khidmat Ilmiah : KH. M. Abdul Gaos SM.
11.  Sabtu
31-10-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : H. Thohir Abdul Qohir
Khidmat Ilmiah : KH. R. A. Rohim Mahmud
12.  Sabtu
28-11-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : KH. Moh. Sholeh
Khidmat Ilmiah : KH. Zaenal Abidin Anwar
13.  Senin
28-12-2009

06:00

Pondok Pesantren Suryalaya - Mesjid Nurul Asror
Kuliah Subuh : Ustadz Yaya Faisal, S.Ag
Khidmat Ilmiah : KH. Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab / KH. M. Abdul Gaos SM.

(Sumber : http://www.suryalaya.org/)

تقبل الله منا ومنك Selamat hari raya idul fitri 1429H.

Andai jemari tak sempat berjabat, andai raga tak dapat bertatap, seiring bedug yang menggema, seruan takbir yang berkumandang, kuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri, jika ada kata serta khilafku membekas lara, mohon maaf lahir dan batin..

تقبل الله منا ومنك
Selamat hari raya idul fitri 1429H.
Mohon maaf lahir dan bathin ya..

Taqobalallahu minna wa minkum
Sebelum takbir berkumandang
Sebelum ajal menjemput
Sebelum jaringan over load
Ijinkan kami memohon maaf lahir dan bathin

#HIDUP HANYA SEBENTAR#
SEBENTAR senang
SEBENTAR sedih
SEBENTAR bokek
SEBENTAR berduit
SEBENTAR ketawa
SEBENTAR lagi…
$LEBARAN Idul Fitri$
Mohon Maaf Lahir Batin

Dengan kerendahan hati, mohon keikhlasan untuk memaafkan kesalahan diri. “SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H”. Taqaballaahu minna wa minkum, wa shiamana wa shiamakum. Minal aidin wal faidzin, Kullu’aamin wa antum bikhair.

Tenggelamnya surya ratapi berakhirnya Ramadhan, hening mencekam songsong kesucian. Kalau saja di hari lalu tergores sebait kata salah atau mungkin sepenggal laku yang bela, aku berharap semoga di hari yang fitri ini terbuka pintu maaf bagiku. “MINAL AIDIN WALFAIDZIN”

Jika jiwa sebening air, maka jangan keruhkan. Jika hati seputih awan, jangan mendungkan. Raih kemenangan dengan saling memaafkan. Selamat Idul Fitri. Mohon maafin Nita ya!

Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga. Maafkan segala kekhilafan. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat hari raya Idul Fitri 1429H. Maafin ya.

Sebelum HCl jadi basa, sebelum NaCl jadi manis, tanganku selalu tertengadah mengharap titrasi maaf dari buret hatimu. Met idul fitri mohon maaf lahir batin.

Cangkem iki sering nggedabrus, utek iki sering mikir sing elek. Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir batin.

Ngaturaken sedaya kelepatan ing riyadin niki mugi-mugi Gusti Allah maringi barokah lan rahmanipun. Mangga kita lalekake ingkang sampun kalawingi.. ya intine ngunu lah.

Suminaring surya enjang dinten riyadin, pethak cinandra resik ing wardaya. Mangayubagya dinten riyadin 1429H. Nyuwun agunging pangajsami lepat kawula kalian keluarga.

Aruming pangruwating jiwa, winayah ing lekasing ati suci, sumusul lumunturing nugraha jatining sedya. Sugeng ariyadi, nyuwun agunging samodra pangaksami.

Sugeng dhalu, abdi badhe nyuwun ngapunten, saking kalepatan yang disengaja atau tidak disengaja mugi-mugi, amal kita sedaya diterima Allah SWT, amien.

Rinenggo pudyo pudyaning satata kanthi perbawaning 1429 H dalem sakaluargi nyuwun sih lumebering samodra pangaksami lahir dumugi ing batos.

Tak selamanya mata memandang dengan ramah, hati menilai dengan jernih, dan mulut bicara dengan santun. Menjelang hari raya kuucapkan MET HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN.

Seuntai kata sepenuh hati, maafkan khilaf, perteguh persaudaraan iman. Robbii.. eratkan hati kami untuk senantiasa taat kepadaMu. Semoga menjadi jiwa yang fitri teriring doa Taqobalallahu minna waminkum taqobbal ya karim, ja’alanallahu waiyakum minal aidin walfaizin walmaghfurin. Met ied 1429H

Ikan teri kesamber gledek. Idul fitri is come back. Ada anak pelihara kate, maafin kita sekeluarga ye. Buah jambu disayur lodeh. Kalo gak mau, ee e ee capek deh.
Beli es di warung bu Rima. Taruh di piring santap bersama. SMS sudah saya terima, teriring pula maksud yang sama. Minal Aidzin wal Faidzin.. Mohon maaf lahir batin..
Seputih cocain, sebening vodka, seharum daun ganja mari kita kembali ke fitrah. Minal aidin wal faidzin.

Ramadhan telah usai, namun semangat ramadhan moga selalu ada di hati. Gema takbir telah dikumandangkan. Minal aidzin wal faidzin. Maaf atas segala kesalahan baik sengaja atau tak sengaja, yang besar maupun yang kecil, yang masih ingat maupun yang sudah lupa.

“”!J+!d 7np! eheJ !JeH fewe7aS
“”u!feq J!He7 dv.vw uOHOw
*balik dulu HPnya kalau mau baca :-)
Taqaballahu minna wa minkum. Semoga spirit Ramadhan terus bersama kita di sebelas bulan berikutnya.

One day before Ied, I wanna say: Forgive my sins, may our hearts purified from all mistakes, Happy Iedul Fitri Minal Aidzin wal Faidzin.

Allahuakbar. .
Ied al-fitri is approaching. Let’s embrace it with pure heart. From the bottom of my heart, I would like to ask an apology. Minal Aidzin Wal Faidzin.

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap,
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Iedul Fitri

” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir Dan Batin
.. Met Idul Fitri …

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh, Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN. Mohon Maaf lahir Dan batin

Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA.
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf. Selamat Idul Fitri

Sebelas bulan Kita kejar dunia, Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa, Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Andai jemari tak sempat berjabat. Jika raga tak bisa bersua.
Bila Ada kata membekas luka. Semoga pintu maaf masih terbuka. Selamat Idul Fitri

Faith makes all things possible. Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful. May you have all of the three. Happy Iedul Fitri.”

Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,
Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Bila kata merangkai dusta.. Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka… Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf… Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas Dan langkah..
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Waktu mengalir bagaikan air Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah Ada Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap Met Idul Fitri

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.

Satukan tangan,satukan hati Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan Kita padukan Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap
Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek
Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..

Kuda perang berpacu kencang Kuda beban berjalan pelan
Maafkan bila aku berteriak lantang Mohon maafkan segala kesalahan

Kesenangan tidak sama dengan kebahagiaan Agamalah pembawa kebahagiaan sejati
Mohon maafkan segala kesalahan Semoga berbahagia di hari raya fitri

Akal menunjukkan jalan di bumi Hati menunjukkan jalan nurani
Segala salah mohon diampuni Idul fitri kita rayakan lagi

Lemon mentah lemon masam Agar manis diberi gula
Mohon maaf segala kesalahan Agar kita kembali fitri di hari raya

Siang hari kulit berminyak Biar cerah diberi bedak
Ikhlaskan segala salah tindak Biar lebaran hatiku enak

Buah pisang tidak akan jadi sapi Meskipun mereka sepakat dia sapi
Selamat hari raya idul fitri Segala kesalahanku mohon dieliminasi

Durian montong enak sekali Jangan lupakan saudara, dimakan sendiri
Maafkan aku bila pernah menyakiti Jangan lupa berdoa agar kembali fitri

Mohon Maap Lahir batin.